Kamis, Maret 03, 2016

sebuah surat kecil untukmu

Kita telah saling mengenal hampir satu tahun yang lalu..
Namun diawal tahun 2016 ini, entah mengapa aku merasa jauh lebih dekat denganmu..
Bahkan aku memberanikan diri untuk mengajakmu pergi..
#Malioboro 21.02.2016

Aku selalu teringat hari itu..
Hari dimana aku dan kamu bersama, berdua, tanpa ada yang lainya..
Masih sangat jelas sekali lagu yang kamu nyanyikan diatas sepeda motor dan ramainya lalu lintas saat itu..
"yang hilang biarlah hilang, yang pergi biarlah pergi, tetaplah disini, temani aku malam ini.."
Dan aku, hanya bisa tersenyum kecil mendengar lantunan suaramu..

Kau bercerita banyak tentang kamu..
Umi, Ayah, Bang Bayu, dan 3 adik mu yang lain..
Kamu bercerita tentang tujuan hidup kamu..
Dan yang masih dan akan selalu aku ingat, kau bercerita tentang prinsip cintamu..

Hingga pada saat pulang, hujan datang..
Kita tak memperdulikanya, aku pun juga..
Yang terpenting bagiku saat itu, hanyalah bersama kamu..
Kita menikmati hujan,
Kita tengadahkan tangan kita dan kita biarkan rintik hujan membasahinya,
Berdua, dan hanya berdua..

Entahlah, aku menetaskan air mata tanpa sebab saat itu..
Aku terus mengucap syukur atas apa yang terjadi saat itu..
Bersamamu, hal yang bahkan akupun tak berani memimpikanya,.
Andai saja kau tahu betapa bahagianya aku saat itu..

Semakin hari, semakin jelas perasaan ini terhadapmu..
Aku mulai terluka melihat kau bersama yang lainya..
Aku mulai khawatir jika tak melihatmu satu hari saja..
Aku mulai belajar mencari arti dari itu semua..

Kini aku memantapkan hati ini untukmu..
Meski hingga sekarang aku tak tahu bagaimana aku di matamu..
Entah mengapa aku begitu yakin dengan perasaan ini..
Dan aku akan menunggu hingga tiga tahun lagi..
Dimana saat itu kamu akan mengenalkan wanita kepada orangtuamu seperti yang pernah kau katakan..
Entah itu diriku atau bukan..
Aku akan tetap menjaga hati ini, hingga Allah benar-benar menunjukan takdirku..

Untukmu,
terimakasih atas semuanya,
meski mungkin kau tak pernah tahu perasaan ku..

#komo-junet
3 Maret 2016

Rabu, November 18, 2015

HIDUP

HIDUP
sebuah kata yang bermakna terlalu luas, hingga terkadang sulit untuk dipahami.
di usia 20 thn ini, sering terlintas di pikiran, untuk apa sih kita hidup?
kita menjalani semuanya mulai dari masih didalam kandungan hingga entah kita sampai pada usia berapa..
Hidup ini sangat singkat jika aku rasakan.
tiba-tiba saja aku sudah berada pada usia ini.
usia dimana aku harus hidup mandiri dan tidak tergantung pada orangtua.
meraskan sulitnya mencari sesuap nasi untuk bertahan hidup.
merasakan lelahnya fighting untuk menggapai cita-cita.
ingin rasanya kembali ke masa kecil,
menjalani hidup seperti tanpa beban.
tapi aku akan menjadi seorang pengecut jika aku tidak menerima takdirku dan berusaha lari darinya.
aku selau berusaha mengingatkan diriku sendiri.
aku sekarang sudah bukan anak kecil lagi!
semua perbuatanku akan aku pertanggungjawabkan kelak suatu hari nanti.
belajarlah dari masa lalu
berusahalah tak menorehkan kesalahan dimasa depan
sadarlah hidup ini sangat singkat, gunakan kesempatan ini sebaik mungkin.
Dia tak pernah tidur, dia selalu melihat apa yang kamu lakukan dan apa yang ada dipikiranmu
jangan kau lewatkan hidupmu tak bermanfaat bagi siapapun.
jadilah wanita yang solehah, berguna bagi orangtuamu, keluarga, dan semuanya
selalu berdoa agar semua berjalan dengan baik dansll dilindungiNya.
Aamiin


أنيسا

Senin, November 02, 2015

selamat tinggal

Semua kini hilang.
Indah cinta yang telah terukir sejak 6 tahun lalu dan pernah aku rasakan manisnya cinta itu,
Kini menghilang begitu saja tanpa aku duga.
Dan aku membenci ini semua,
Aku merasa benci melihat semua yang mengingatkanku tentang dirimu yang pernah singgah.
Aku benci dengan sikapmu.
Aku benci dengan kata-katamu.
Yang sedikitpun tak menghargai perasaanku sejak dulu yang tak berubah ini.
Aku benci kamu.

Sedikitpun  tak pernah aku berfikir semua akan sejauh ini.
Kau terbangkan aku tinggi-tinggi
Namun kau hempaskan aku begitu saja.
Tapi kenapa kau tak jatuhkan aku diatas bintang atau awan itu?
Kau memilih menjatuhkan aku dijurang yang sangat dalam tanpa kehidupan.
Kau jatuhkan aku dengan kata pedasmu yang tak berperasaan.

Pergilah aku jauh.
Jangan pernah kembali untuk mengetuk pintu hati ini lagi.
Terbanglah yang tinggi
Dan bertenggerlah pada sarang yang lebih nyaman itu.
Karna aku bisa tanpa kehadiranmu.
Hadirmu hanya akan menambah rasa benciku padamu.
Yang mungkin takkan pernah hilang
Meski telah usang dimakan waktu.

Tak kusesali semua ini terjadi,
karena aku kini menyadari, kau bukan takdirku
dan kau bukan yang terbaik untukku.
Yang aku sesali hanyalah,
dulu aku membiarkanmu masuk kedalam kehidupanku.

Selamat tinggal jelek
Untuk selamanya.

Selasa, Juni 30, 2015

diantara bintang

[intro] C G Am Em F G

C        G              Am       Em
maafkan aku yang selalu menyakitimu
  F         C      Dm       G
mengecewakanmu dan meragukanmu
C         G         Am           Em
tersadar aku bila kamu yang terbaik
  F            C        Dm      G
terima aku, mencintaiku apa adanya

[chorus]
 C            G          Am                  Em
di antara beribu bintang hanya kaulah yang paling terang
F             C        Dm              G
di antara beribu cinta pilihanku hanya kau sayang
C              G       Am              Em
takkan ada selain kamu dalam segala keadaanku
F            C               Dm         G    C 
cuma kamu ya hanya kamu yang selalu ada untukku

C        G              Am       Em
maafkan aku yang selalu menyakitimu
  F         C      Dm       G
mengecewakanmu dan meragukanmu
C         G         Am           Em
tersadar aku bila kamu yang terbaik
  F            C        Dm      G
terima aku, mencintaiku apa adanya

[intro] C G Am Em F G

C        G              Am       Em
maafkan aku yang selalu menyakitimu
  F         C      Dm       G
mengecewakanmu dan meragukanmu
C         G         Am           Em
tersadar aku bila kamu yang terbaik
  F            C        Dm      G
terima aku, mencintaiku apa adanya

 C            G          Am                  Em
di antara beribu bintang hanya kaulah yang paling terang
F             C        Dm              G
di antara beribu cinta pilihanku hanya kau sayang
C              G       Am              Em
takkan ada selain kamu dalam segala keadaanku
F            C               Dm         G    C 
cuma kamu ya hanya kamu yang selalu ada untukku

[solo] F G C Am F G

[chorus]
 C            G          Am                  Em
di antara beribu bintang hanya kaulah yang paling terang
F             C        Dm              G
di antara beribu cinta pilihanku hanya kau sayang
C              G       Am              Em
takkan ada selain kamu dalam segala keadaanku
F            C               Dm         G    C 
cuma kamu ya hanya kamu yang selalu ada untukku

 C            G          Am                  Em
di antara beribu bintang hanya kaulah yang paling terang
F             C               Dm         G    C 
cuma kamu dan hanya kamu yang selalu ada untukku
    Dm            G   C
dan paling mengerti aku

Senin, Juni 22, 2015

not my job

Aku pernah mendengar teman dekatku bercerita.
inilah yang dia rasakan

Aku tahu, disetiap pekerjaan pasti ada masalah.
Kesal terhadap bos atau sesama rekan kerja.
Apalagi untuk orang-orang yang masih ter cap sebagai karyawan baru.
Sangat menyebalkan sekali...
Meskipun diberikan tanggung jawab yang tidak begitu besar,
Namun aku diberikan tanggung jawab yang banyak.
Sangat banyak.
Disaat aku belum selesai mengerjakan semua hal yang  menjadi tanggung jawabku itu,
Kamu selalu menyuruhku hal lain yang itu bukan tugasku.
Disaat pekerjaanku terlihat kacau,
Kamu mempertanyakan itu semua.
Kamu pikir tanganku ada berapa??
Don't you remember pak?
You always ask me to do the other job.
Dan itu bukan job aku. Bukan tanggung jawab aku, yang harus aku kerjakan, dan membuat pekerjaanku sendiri menjadi berantakan.

Bagaimana jika kalian berada di posisinya??

Senin, Juni 15, 2015

lebih baik seperti ini

lebih baik seperti ini.
meski hati sakit merindukanmu,
selalu berharap bisa bersamamu kembali,
selalu terkenang masa-masa saat bersamamu,
air mata yang selalu membanjiri pipi setiap mengingatmu,
sendiri merasakan semua ini,
tak pernah bisa berbagi,
rasa penyesalan yang selalu menghukumku,
tak pernah membiarkanku sebentar saja untuk tak memikirkanmu
dan tanpa pernah kau tahu itu,

lebih baik seperti ini,
meski banyak orang bilang itu akan sangat menyakitkan,
apalagi jika nantinya tak berakhir bahagia,
tak seperti apa yang aku harapkan,

Lebih baik seperti ini,
dari pada aku bisa bersamamu,
berjalan bersamamu lagi,
tapi kau tak bisa bahagia bersamaku,
itu akan lebih sakit untukku,
jauh lebih sakit dari yang aku rasakan sekarang,
yang akan mati perlahan dengan segenggam asa,
teracuni oleh rasa kerinduan yang dalam.

#ppdim