MAYANK. Seorang gadis berusia 18 th.. Dia memiliki seorang kekasih yang sangat dia sayangi bernama EKA. Mayank sangat menikmati setiap detik yang ia lewati bersama Eka.. Tawanya, senyumnya, jailnya, selalu bisa membuat Mayank tak ingin jauh-jauh dari Eka.. 'bersamanya adalah hal terindah' itulah yg selalu terbaca dari raut wajah Mayank setiap dia memandang jauh kedalam diri Eka.
Namun.. selang berapa bulan mereka menjalin kasih, Eka mulai berubah. Ya. Eka bersikap seakan-akan Mayank tidak pernah ada didalam kehidupanya. bahkan pernah selama satu minggu Mayank tidak diberi kabar sama sekali. Hanya sekedar sms pun tak pernah Mayank terima. Padahal dulu ketika awal-awal mereka saling mengungkapkan cinta yang mereka rasakan, setiap hari Eka menemui Mayank, tidak cukup itu, mereka juga saling bercerita dan mengenal satu sama lain lewat SMS dan via telfon setiap malam. Perubahan itulah yang membuat Mayank kesal dan kecewa. Namun dalam lubuk hati Mayank yang paling dalam dia yakin Eka punya alasan mengapa dia seperti itu..
Menangis dan terus menangis. hanya itu yang bisa Mayank lakukan untuk mengurangi rasa rindu, rasa sakit dalam hatinya setiap ia teringat kekasihnya. Ditengah dia merasakan pilunya hati, bak seorang pangeran, SATRYA, teman kerja Mayank yang baru, selalu memberi perhatian yang teramat besar kepadanya. Dia sendiri juga sering bercerita, mencurahkan isi hatinya tentang wanita yang sangat ia sayangi namun tak pernah menganggap ia ada, yang tak lain adalah sahabat Mayank sendiri, Tiwi. Mayank sendiri kaget, mendengar cerita Satrya yang sangat miris. begitu juga Satrya yang selalu mendengar jeritan hati Mayank, melihat air mata Mayank yang selalu membanjiri pipi Mayank setiap harinya. Rasa simpati muncul diantara mereka.. Merasa senasib, dan seperjuangan. Mayank berjuang mempertahankan cintanya yg begitu besar kepada Eka, sedangkan Satrya memperjuangkan cintanya untuk mendapatkan hati Tiwi..
Namun, rasa simpati itu ternyata tak selamanya hanya sebatas rasa simpati. namun berkembang, merekah, dan tumbuh menjadi rasa cinta diantara mereka bedua.Mengetahui kedekatan diantara mereka, Tiwi pun malah mendukung mereka untuk bersatu, dan, "jika dia mau, aku akan memperjuangkanya". itulah yang dikatakan Satrya. Hati wanita mana yang tidak luluh mendengar ucapan yg keluar dari mulut seorang lelaki yang mulai dia sayangi, disisi lain kekasih yang selalu dia perjuangkan seperti hilang ditelan bumi..
Setipa hari bertemu, bercanda, dari pagi hingga berganti malam.. cinta benar-benar telah mempersatukan mereka.Namun suatu malam Eka datang, melihat kedatangan Eka yang tiba-tiba malam itu, dalam hati Mayank campur aduk, sulit menggambarkan apa yang dirasakan Mayank. Sangat sulit. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan bertemu dengan Eka, Dia pun meminta Eka menjelaskan semuanya, namun Eka hanya terdiam, tak sepatah katapun yang keluar dari mulutnya. Menahan rasa marah, rindu, kesal, takut, yang melebur menjadi satu, yang selama ini seperti menjadi kutukan tersendiri untuk dia, Mayank tak kuasa menahan air matanya, yang slama ini tak pernah lagi mengalir disaat-saat ia bersama Satrya. Satu jam telah terlewati, 2 jam, hingga entah jam berapa malam itu, sangat larut. Akhirnya Eka mngucapkan kalimat pertamanya.. "kamu gak usah nangisin aku, aku jelasin, tapi jangan dalam keadaan kaya' gini, nanti aku sms aj ya?" sambil mengusap air mata Mayank yang tak ada henti-hentinya mengalir.
Tapat tengah malam. Handphone Mayank berbunyi, dari siapa lagi kalau bukan Eka. Saat itu juga dia menjelaskan semuanya.
"Aku seperti ini bukan karna apa-apa maa (panggilan sayang). Saat ini aku benar-benar banyak masalah. Orang tuaku mau bercerai. Aku mash punya adik yang sekolah. Kamu bayangin aja gimana rumitnya hidupku saat ini maa.."
"Kenapa kamu gak pernah crita sama aku paa. Apa kamu gak pernah nganggep aku? trus kenapa slama ini kamu gak pernah ngasih kabar ke aku, bahkan sms q pun gak pernah kamu bls?!"
"Bukan kyak gtu maksud aku.. kemarin2 aku sakit, adn aku gak crita ke kamu, karna q gak ingin kamu mikirin ini, ini semua masalah aku.. yang perlu mama tahu, walaupun papa cuek setengah mati sama mama, papa cinta dan sayang banget sama mama."
Semua kenangan indah bersama sang kekasih tiba-tiba terbayang kembali di benak Mayank, disaat malam tahun baru, malam valentine, hari pertama mereka berkenalan, dan banyak saat-saat indah yang telah mereka lalui bersama.. "Seharusnya aku selalu menjaga hati ini untuk dia, aku adalah orang yang harus selalu memberi semangat untuk dia, membantu sekuat tenaga, tapi mengapa aku malah mulai membagi cintanya?!" rasa sesalpun muncul dihati Mayank.. dan sejak saat itu, dia bertekad untuk selalu bersama Eka.
Teman biasa. Mayank menganggap Satrya menjadi teman biasa, padahal dilain sisi Satrya mulai mengungkapkan rasa cintanya. Semua hal yang dilakukan Satrya begitu menggambarkan keseriusanya. Janji untuk mendampingi Mayank selamanyapun terucap, memberikan kalung yang ia dapatkan dari ibunya dihadapan ayah Mayank juga semakin meyakinkan Mayank akan keseriusan Satrya. Mayank ditengah kegundaan besar. Hatinya benar-benar telah terbagi 2. EKA?. SATRYA?..
Singkat cerita suatu malam, Mayank dan Eka bertengkar hebat. Eka mengetahui kedekataan Mayank dengan teman kerja barunya itu.. Perang mulut terjadi ditengah malam yang teramat dingin iu, disaat Mayank tengah sakit pula..Pertanyaan yang sangat tidak ingin Mayank dengarpun terucap dari mulut Eka. "Kamu pilih dia atau aku?". Mayank hanya bisa terdiam. Waktu terasa sangat pendek kala itu, ditambah desakan dari Eka yang terus mengeluarkan pertanyaan yang sama. Sedangkan tepat disampingnya ada Satrya yang selalu menemaninya bahkan disaat dia tengah sakit seperti itu.."Sekarang gini, aku kecewa sama kamu, kamu pikir aku gak tau ap yang kalian lakuin slama ini? aku tau semua, jangan kamu kira aku diem aja berarti aku gakpapa, tapi aku juga sadar, aku gak bisa ngasih prhatian sebesar perhatian dia ke kamu, kalaupun kita lanjutin, hubungan kita gak akan seindah dulu lagi,. sekarang kamu pilh, dia atau aku?" Eka terus mendesak. Satrya yang mendengar pembicaraan lewat via telepon itupun tiba-tiba mengucapkan satu kalimat yang sangat berarti bagi Mayank. "Siapapun yang kamu pilih, itu pasti yang terbaik buat kamu, aku terima" Dengan deraian air mata, Mayank pun akhirnya menjawab."oke. aku juga cuma wanita biasa pa, aku juga butuh perhatian, rasa sayang, kamu juga udah bilang kaya gitu. aku pilih dia!!"
Kisah Mayank tidak berakhir dimalam itu. Mayank mulai menata hati dan memupuk rasa cintanya kepada Satrya, seorang lelaki yang ia pilih. Satu hal yang masih belum bisa ia lakukan. Menghapus nama Eka dari hatinya..
Waktu terus berjalan. Mayank sama seklai tidak ada contact dengan Eka karena Satrya juga melarangnya. Mayank mulai merasakan keanehan dengan sikap Satrya, kedekatanya dengan wanita-wanita lain mulai tidak wajar, dia sama sekali tidak menjaga perasaan Mayank, bahkan dia mulai menjaga jarak dengan Mayank, Ada apa ini?? pertanyaan itu terus bermunculan dipikiran Mayank.
Banyak sekali alasan yang keluar dari mulut Satrya atas sikapnya belakangan ini. "Kamu tau kan bos kita udah tau kita pacaran, dan itu gak boleh, nanti aku yang dikeluarin, kamu mau kita gak ketemu lagi?" Mayank masih terlalu polos saat itu. menerima mentah-mentah alasan yang Satrya ucapkan. Mayank pun mencari pekerjaan lain, dan diterima di sebuah perusahaan. Namun hal itu tak mengubah sikap Satrya, alasan lainpun terucap, dia mulai membahas tentang latar belakang dia dan Mayank yang jauh berbeda, dia berkata akan bekerja di luar negri beberapa bulan kedepan, bahkan dia masih menanyakan keseriusan Mayank memilih dia..
Mayank terus memikirkan itu semua. Semakin hari Mayank mulai tersadar kalau sebenarnya Satrya hanya mempermainkanya. Bisa saja Mayank menolak pekerjaan barunya hanya untuk dapat terus bersama Satrya, bisa saja Mayank menunggu hingga Strya pulang dari luar negri,, semua itu akan Mayank lakukan, karna Mayank benar-benar telah menyangi Satrya..
Dunia terasa sangat tidak adil bagi Mayank saat itu.. semua yang telah Mayank korbankan berakhir sia-sia. bahkan hingga mengorbankan orang yang ia sayangi, Eka. Janji-janji yang terucap dari mulut Satrya juga terbukti hannya omong kosong belaka. Mayank telah benar-benar terbutakan oleh cinta palsu Satrya. Dan kini, Mayank memilih untuk pergi. Dia mnyempatkan menemui Eka ditempat kerjanya meski hujan tengah mengguyur kota saat itu,untuk meminta maaf, dan mngucapkan kata perpisahan. Berharap untuk dapat terus berhubungan baik dengan Eka.
Mayank memilih pergi, bukan karna agar bisa terus menjalin hubungan dengan Satrya, bukan karena dia telah mndapatkan pekerjaan baru, atau bahkan lari dari masalah, tapi, dia melakukanya karena ada rasa kecewa yang begitu besar kepada Satrya dan Rasa bersalah kepada Eka,, tak ada lagi cinta disana. semua hal indah itu hanya menjadi angin lalu.. semua harapan telah punah..semua pengorbanan berakhir sia-sia..
Aku pergi. Karena, kamu yang meminta aku pergi !!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar